MAKASSAR,VIRAL — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMP Islam Ranu Harapan. Tim Ranu Robotic berhasil meraih Juara 2 kategori SMP dalam ajang Octopus Robotic Competition 2026 yang digelar di Makassar.
Tim tersebut diperkuat dua siswa kelas VIII, yakni Muh. Al Fatih Achmad dan Azzam Ar Zein. Keduanya menunjukkan kemampuan merakit dan mengoperasikan robot yang dibuat secara mandiri dengan memanfaatkan peralatan serta komponen yang tersedia.
Kepala SMP Islam Ranu Harapan, Dirgahayu Lestari, mengatakan robot yang digunakan dalam kompetisi tersebut merupakan hasil rakitan para siswa sendiri.
“Robotnya dirakit mandiri oleh murid dan dibawa ke lomba untuk dipertandingkan,” kata Dirgahayu.
Octopus Robotic Competition 2026 diikuti sejumlah tim pelajar tingkat SMP dari berbagai sekolah di Kota Makassar dan sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.
Dalam kompetisi tersebut, para peserta ditantang bertanding sepak bola menggunakan robot hasil rakitan masing-masing tim. Setiap tim menurunkan dua robot yang sekaligus dikendalikan oleh para peserta selama pertandingan.
Pertandingan berlangsung dengan sistem liga. Setiap tim mengumpulkan poin dari pertandingan yang dijalani, kemudian perolehan tersebut menjadi salah satu penentu posisi akhir dalam kompetisi.
Ranu Robotic harus bersaing dengan sejumlah sekolah, di antaranya Athirah, Al Fityan, serta beberapa sekolah Islam dari Kabupaten Luwu.
Meski persaingan berlangsung ketat, dua siswa Ranu Robotic mampu menunjukkan kemampuan mereka hingga akhirnya membawa SMP Islam Ranu Harapan finis di posisi kedua.
Dirgahayu menegaskan, keikutsertaan siswa dalam kompetisi robotik bukan semata-mata untuk mengejar trofi. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kreativitas sekaligus meningkatkan kemampuan di bidang teknologi.
“Anak-anak juga belajar bekerja sama, memecahkan masalah, dan menjunjung sportivitas selama mengikuti pertandingan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil akhir kategori SMP, SMPIT Al Azhar berhasil keluar sebagai juara pertama. Sementara SMP Islam Ranu Harapan menempati posisi kedua dan MTsN 1 Makassar meraih juara ketiga.
Dirgahayu menyebut capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah. Prestasi itu sekaligus menunjukkan bahwa para siswa mampu menghasilkan karya teknologi dan berani berkompetisi di tingkat yang lebih luas.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi sekolah. Anak-anak mampu menghasilkan karya dan berkompetisi di bidang teknologi,” tutup Kepala Sekolah RHIS.
