MAKASSAR, VIRAL— Suasana penuh haru dan keakraban mewarnai reuni Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Makassar Angkatan 1982 (Spentig 82) di Pantai Bosowa, Sabtu (29/8/2026). Sekitar 75 alumni hadir dalam pertemuan yang menjadi momentum istimewa setelah 15 tahun lamanya mereka tidak berkumpul dalam suasana reuni.
Tawa, cerita masa sekolah, hingga pelukan hangat mewarnai pertemuan tersebut. Rasa rindu yang selama bertahun-tahun tersimpan seolah terbayar lunas dalam satu hari penuh kebersamaan.
Kehadiran salah seorang guru mereka, Pa’ Chairil, semakin menambah suasana haru. Sosok guru yang dikenal selalu hadir dan mendampingi para muridnya itu menjadi bagian penting dari perjalanan panjang persahabatan dan kekeluargaan Spentig 82.
Namun, reuni kali ini tidak hanya menjadi ajang bernostalgia. Dari suasana penuh keakraban tersebut, para alumni juga melahirkan langkah penting untuk menjaga keberlangsungan organisasi dan silaturahmi.
Salah satu agenda utama adalah pembentukan struktur kepengurusan baru menyusul berpulangnya Ketua Spentig 82 sebelumnya, Almarhum H.A. Kilat Karaka.
Musyawarah yang dipimpin Adi Raja Radi Pakki selaku moderator akhirnya menyepakati pembentukan sebuah Presidium yang beranggotakan tujuh orang, yakni H. Nasran Mone, Akbar Azis, Faisal, Ikhsan (Icchank), Jepin, A. Ela, dan Erna.
Presidium tersebut mendapat amanah untuk menyusun kepengurusan lengkap sekaligus merancang program kerja Ikatan Alumni Spentig 82. Dalam menjalankan tugasnya, presidium akan menggunakan mekanisme keputusan secara kolektif-kolegial.
Para alumni memberikan waktu selama 30 hari kepada presidium untuk menyelesaikan penyusunan struktur kepengurusan dan program kerja tersebut.
“Diharapkan seluruh rangkaian penyusunan pengurus dan program kerja dapat dirampungkan dalam sebulan ke depan,” tegas Adi Raja Radi Pakki di hadapan para alumni.
Bagi keluarga besar Spentig 82, reuni ini menjadi lebih dari sekadar pertemuan melepas rindu. Momentum tersebut menjadi titik awal untuk kembali memperkuat persaudaraan, menjaga komunikasi, sekaligus melanjutkan berbagai kegiatan positif yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Kepergian almarhum H.A. Kilat Karaka memang meninggalkan ruang yang tidak kecil. Namun, semangat kebersamaan yang telah diwariskannya menjadi energi bagi para alumni untuk terus melangkah.
Dari Pantai Bosowa, Spentig 82 menyalakan kembali api silaturahmi. Sebuah persahabatan yang dibangun sejak bangku SMP kini terus tumbuh, membuktikan bahwa jarak dan waktu tidak mampu memutus ikatan persaudaraan yang telah terjalin puluhan tahun.
