Ekonomi

Barang Pengusaha Tual Telah Tersalurkan, Ali Mardana: Apresiasi Langkah Penyelesaian Antara PT Afid Logistik dengan PT Tanto Intim Line

×

Barang Pengusaha Tual Telah Tersalurkan, Ali Mardana: Apresiasi Langkah Penyelesaian Antara PT Afid Logistik dengan PT Tanto Intim Line

Sebarkan artikel ini

TUAL, VIRAL  — Kabar melegakan akhirnya datang bagi ratusan pengusaha di Kota Tual dan sejumlah wilayah Indonesia Timur. Barang-barang kiriman yang sempat tertahan selama lebih dari sepekan kini telah didistribusikan dan diterima oleh para pemiliknya.

Berakhirnya penahanan barang tersebut disambut penuh rasa syukur oleh para pelaku usaha yang sebelumnya sempat menghadapi ketidakpastian. Aktivitas perdagangan terganggu, pesanan pelanggan tertunda, hingga muncul kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha, (8/8/2026)

Ali Mardana, pengusaha asal Kota Tual yang turut menjadi juru bicara para pelaku usaha terdampak, menyampaikan apresiasi kepada PT Afid Logistik Nusantara dan PT Tanto Intim Line yang dinilai telah mengambil langkah penyelesaian sehingga barang-barang milik pelanggan kembali dapat disalurkan.

“Atas nama rekan-rekan pengusaha dan pelanggan yang terdampak, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT Afid Logistik Nusantara serta PT Tanto Intim Line. Terima kasih karena telah mengambil langkah penyelesaian sehingga barang-barang milik kami dapat kembali didistribusikan dan diterima dengan baik,” ujar Ali Mardana, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Ali, barang yang tertahan bukan sekadar kiriman biasa. Bagi para pengusaha, barang tersebut merupakan modal usaha sekaligus sumber penghidupan yang sangat menentukan kelancaran aktivitas perdagangan.

Karena itu, setelah seluruh barang diterima oleh pemilik masing-masing, rasa lega pun dirasakan para pelaku usaha. “Kami sangat bersyukur dan merasa lega. Barang yang menjadi modal dan sumber penghidupan kami akhirnya sudah berada di tangan pemiliknya. Terima kasih karena akhirnya mendengar dan memenuhi hak-hak kami sebagai pengguna jasa,” katanya.

Jadi Pelajaran Bersama Ali menilai penyelesaian persoalan tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi dan jasa pengiriman.

Menurutnya, persoalan dalam dunia usaha pada dasarnya dapat diselesaikan melalui komunikasi, keterbukaan, itikad baik, serta kerja sama yang saling menghargai.

Ia berharap kejadian tersebut tidak kembali terulang, khususnya agar persoalan atau sengketa antarpelaku usaha tidak berdampak kepada pihak ketiga yang menggunakan jasa mereka.

“Kami juga berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama. Ke depannya, sengketa antarperusahaan dapat diselesaikan tanpa mengorbankan hak pihak ketiga, dan koordinasi serta komunikasi antarlembaga jasa pengiriman dapat semakin diperkuat demi pelayanan yang lebih baik lagi bagi masyarakat,” tegas Ali.

Dengan telah tersalurkannya seluruh barang kepada pemilik yang sah, para pengusaha berharap aktivitas perdagangan di Kota Tual dan wilayah Indonesia Timur kembali berjalan normal.

Perputaran ekonomi yang sebelumnya sempat tersendat akibat tertahannya barang kiriman kini diharapkan kembali bergerak, sehingga para pelaku usaha dapat memenuhi pesanan pelanggan dan melanjutkan kegiatan bisnis mereka.

Ali juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada kedua perusahaan yang terlibat dalam persoalan tersebut.

“Terima kasih kepada PT Afid Logistik Nusantara atas pelayanan dan proses distribusinya, serta kepada PT Tanto Intim Line atas kerja sama dan langkah penyelesaian yang telah dilakukan,” ujarnya.

Ia berharap ke depan hubungan antara perusahaan pelayaran, perusahaan ekspedisi, dan para pengguna jasa dapat semakin baik dan profesional.

“Semoga hubungan kerja sama antara perusahaan pelayaran, perusahaan ekspedisi, dan kami para pengusaha pengguna jasa ke depan semakin baik, profesional, transparan, dan memberikan pelayanan yang semakin optimal bagi masyarakat dan dunia usaha di kawasan Indonesia Timur,” pungkas Ali.

Persoalan telah diselesaikan. Barang telah kembali ke tangan pemiliknya. Bagi para pengusaha, kini saatnya menatap ke depan dan kembali menggerakkan roda perdagangan.