Sulsel

Dari Seragam Polisi ke Mimbar Masjid, Puang Tindizzz Tetap Mengabdi untuk Masyarakat

×

Dari Seragam Polisi ke Mimbar Masjid, Puang Tindizzz Tetap Mengabdi untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Brigjen (P) Adeni Muhan Daeng Pabali

MAKASSAR, VIRAL  — Masa pensiun tak membuat semangat pengabdian Brigjen Pol (Purn) Adeni Muhan Daeng Pabali atau yang akrab disapa Puang Tindizzz ikut berhenti. Setelah puluhan tahun mengabdikan diri sebagai anggota kepolisian, kini ia memilih jalan pengabdian baru dengan menyampaikan pesan-pesan keagamaan melalui kultum rutin di Masjid Perumahan Angin Mammiri, Kota Makassar.

Sosok yang dikenal tegas namun humanis selama berdinas itu kini semakin dekat dengan masyarakat. Hampir setiap usai salat subuh, warga setempat selalu menantikan kehadiran Puang Tindizzz untuk mendengarkan tausiah singkat yang sarat makna dan penuh pesan kehidupan.

Dalam setiap kultumnya, Puang Tindizzz tidak hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga membagikan pengalaman hidupnya selama bertugas sebagai aparat negara. Nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, hingga kepedulian terhadap sesama menjadi pesan utama yang terus ia tanamkan kepada jamaah.

“Menjadi polisi adalah bentuk pengabdian kepada negara dan masyarakat. Setelah pensiun, saya merasa masih memiliki kewajiban untuk terus berbagi apa yang saya miliki, baik ilmu maupun pengalaman,” ujar Puang Tindizzz.

Menurutnya, berbicara di hadapan masyarakat bukan hal baru. Sejak aktif berdinas, ia telah terbiasa berinteraksi dengan berbagai kalangan. Karena itu, saat dipercaya mengisi kegiatan keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya, ia menganggapnya sebagai kelanjutan dari pengabdian yang selama ini dijalani.

Kehadiran Puang Tindizzz di tengah warga pun mendapat sambutan hangat. Banyak jamaah merasa termotivasi dan memperoleh pelajaran hidup dari setiap ceramah yang disampaikannya.

“Kami sangat senang dan bersyukur. Beliau menyampaikan materi dengan sederhana, mudah dipahami, dan selalu disertai contoh nyata dari pengalaman hidupnya,” ungkap Om Jajat, salah seorang warga Perumahan Angin Mammiri.

Kultum rutin tersebut kini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan religius warga kompleks. Tak sedikit jamaah yang merasa lebih semangat beribadah dan semakin memahami pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Apa yang dilakukan Puang Tindizzz menjadi bukti bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian. Dari seragam dinas yang dulu menjaga keamanan masyarakat, kini ia berdiri di mimbar masjid untuk menyejukkan hati dan memperkuat nilai-nilai kebaikan di tengah warga.

Dengan penuh kesederhanaan, Puang Tindizzz menunjukkan bahwa pengabdian sejati tidak mengenal batas usia maupun jabatan.