MAKASSAR, VIRAL — Sebuah video yang menampilkan seorang bocah laki-laki mengangkut air di kawasan Jalan Galangan Kapal, Lorong Permandian 1, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut, bocah bernama Adhi Saputra (12) terlihat membantu orang tuanya mencari nafkah, memicu simpati sekaligus keprihatinan warganet yang mengira ia telah putus sekolah.
Kabar itu dengan cepat menarik perhatian pemerintah setempat. Pada Selasa (21/4/2026)
Camat Tallo Andi Husni bersama jajaran terkait langsung turun ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Peninjauan tersebut melibatkan Lurah Kaluku Bodoa, perwakilan BPBD Kota Makassar, Plt. Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Dinas Pendidikan, serta Dinas Sosial. Kehadiran lintas instansi ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam merespons isu yang menyangkut kesejahteraan dan pendidikan anak.
Hasilnya, fakta di lapangan justru berbanding terbalik dengan dugaan awal. Setelah melakukan pengecekan langsung dan konfirmasi ke pihak sekolah, dipastikan bahwa Adhi masih aktif sebagai siswa dan tetap bersekolah seperti biasa.
“Adhi Saputra masih tercatat aktif sebagai siswa. Aktivitasnya mengangkut air dilakukan di luar jam sekolah untuk membantu orang tuanya. Ini menunjukkan tanggung jawab yang luar biasa di usia yang masih sangat muda,” ujar Andi Husni.
Sosok Adhi pun kini tak hanya mengundang simpati, tetapi juga kekaguman. Di balik kesederhanaannya, ia memperlihatkan semangat juang dan kepedulian terhadap keluarga yang patut diapresiasi.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Husni juga memberikan pesan menyentuh kepada Adhi agar tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.
“Teruslah sekolah dan belajar dengan sungguh-sungguh. Setiap usaha yang kamu lakukan hari ini akan menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik. Membantu orang tua adalah hal mulia, tapi mengejar cita-cita juga sangat penting,” pesannya.
Kisah Adhi Saputra menjadi pengingat bahwa tidak semua yang viral di media sosial mencerminkan kenyataan sebenarnya. Lebih dari itu, cerita ini menghadirkan inspirasi tentang kerja keras, tanggung jawab, dan harapan di tengah keterbatasan.
