SULSEL, VIRAL — Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga menjabat Bendahara DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, memberi sinyal kesiapan jika dipercaya memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut. Meski belum menyatakan secara eksplisit akan maju, pernyataannya menunjukkan komitmen dan loyalitas kuat terhadap partai yang telah membesarkan namanya.
“Kalau diminta, Bismillah. Golkar buat saya adalah partai yang membesarkan saya. Golkar bagi saya sama dengan NKRI harga mati,” ujar Andi Ina.
Andi Ina dikenal sebagai kader tulen Golkar yang memulai perjalanan politiknya sejak bergabung pada 2004. Ia menegaskan bahwa kedekatannya dengan Golkar bukan hanya soal politik, tetapi juga bagian dari sejarah hidup dan keluarganya.
“Saya lahir dari orang tua yang basic-nya Partai Golkar. Saat saya menjadi pengurus pleno, ibu saya menjadi pembina. Jadi Golkar memang sudah menjadi bagian dari hidup saya,” ungkap mantan Ketua DPRD Sulsel tersebut.
Pernyataan ini pun dinilai sebagai sinyal kesiapan Andi Ina menghadapi dinamika Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel, termasuk kemungkinan kontestasi dengan sejumlah nama kuat di internal partai.
Namun demikian, Andi Ina sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi.
Pada Agustus 2025, Andi Ina secara terbuka menyatakan tidak akan menjadi rival Munafri dalam kontestasi politik apa pun selama Munafri masih aktif dan mencalonkan diri. Ia bahkan menekankan kedekatan personal dan politik yang telah terjalin lama.
“Saya selalu mendukung Pak Appi, baik di organisasi kemahasiswaan maupun dalam dunia politik. Jika beliau mencalonkan diri, saya pastikan tidak akan menjadi rival. Karena beliau bukan hanya pemimpin, tapi saudara,” ujarnya dalam sebuah acara di Makassar.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat soliditas internal Partai Golkar Sulsel menjelang Musda mendatang. Loyalitas Andi Ina terhadap partai dan dukungannya kepada Munafri menunjukkan dinamika politik internal yang tetap mengedepankan kebersamaan, meski peluang kepemimpinan terbuka bagi kader-kader potensial.
Musda Golkar Sulsel sendiri diperkirakan akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan partai di tingkat provinsi, sekaligus menguji kekompakan kader dalam menjaga kekuatan politik Golkar di Sulawesi Selatan.
