MAKASSAR, VIRAL – Pemberitaan yang beredar di salah satu media online terkait dugaan tindakan tidak senonoh oleh pemilik Kosmetik FF, Fenny Frans, terhadap asistennya yang dikenal sebagai Bang Jali, kini mendapat klarifikasi langsung dari pihak yang disebut sebagai korban.
Bang Jali dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menyebut bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya foto dan pemberitaan yang memicu berbagai reaksi di media sosial.
“Tabe’, disini saya Bang Jali mau klarifikasi tentang pemberitaan yang dimuat di media online, bahwasanya ini berita tidak benar,” ujar Bang Jali saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh wartawan, Selasa (17/06/2026).
Menurutnya, kejadian dalam foto yang beredar bukanlah tindakan tidak pantas seperti yang dituduhkan. Ia menjelaskan bahwa saat itu Fenny Frans hanya berusaha mengambil kembali saweran yang sebelumnya diberikan kepadanya.
“Jadi di dalam gambar tersebut, owner bukan pegang alat kelamin saya. Tetapi owner Fenny Frans II mau ambil kembali saweran yang dia kasika, dan spontan tangan saya tutupi depan celanaku agar saweran tersebut tidak jadi diambil,” jelasnya.
Bang Jali juga menyayangkan pemberitaan yang menurutnya tidak melalui proses konfirmasi terlebih dahulu kepada dirinya sebagai pihak yang terlibat langsung.
“Harusnya juga ini yang angkat berita klarifikasi dulu sama saya. Cari tahu kebenarannya betul apa tidak, janganki asal angkat saja berita. Ye’ kan itu namanya melanggar,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya telah menyampaikan klarifikasi secara terbuka melalui akun Facebook pribadinya. Bang Jali mengaku merasa tidak nyaman dengan pemberitaan yang menurutnya tidak berimbang.
“Saya juga sudah buat klarifikasi di Facebook, dan saya merasa tidak nyaman diberitakan begitu saja oleh media tanpa ada konfirmasi resmi ke saya,” tambahnya.
Sementara itu, hingga saat ini kedua belah pihak telah mengeluarkan pernyataan resmi masing-masing guna meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat. Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan menghindari kesalahpahaman publik terkait peristiwa tersebut.
Perkembangan lebih lanjut terkait polemik ini masih terus menjadi perhatian publik, khususnya di wilayah Gowa dan sekitarnya.
